Prioritasmu yang Mana?

pip-bplpmakassarxxiii.blogspot.com

pip-bplpmakassarxxiii.blogspot.com

PRIORITAS

Kata Yesus kepadanya: ‘Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.’ (Mat 19:21)

Ayat Bacaan: Kejadian 1-4

Ada seorang pemuda yang bertugas menjaga lampu mercusuar di sebuah pantai. Ia diberi minyak yang cukup untuk satu bulan agar lampu mercusuar tetap menyala setiap malam. Suatu kali, seorang ibu meminta sedikit minyaknya karena ia tidak kuat berjalan membeli minyak di kota. Karena kasihan, si pemuda memberikan nya. Lalu datang lagi seorang anak kecil meminta sedikit minyak dari pemuda itu karena dia tidak punya uang untuk membelinya. Lagi-lagi karena alasan kasihan, pemuda tersebut membagi sedikit dari persediaan minyaknya. Tak lama, seorang kakek memohon agar dia dipinjamkan beberapa botol minyak, dia berjanji akan segera mengembalikannya. Si pemuda tak bisa menolaknya. Tapi apa yang terjadi selanjutnya ? Minyak yang semestinya cukup untuk satu bulan, jadi berkurang. Suatu ketika, lampu mercusuar padam, pemuda itu tidak bisa berbuat apa-apa. Kecelakaan di laut pun, tak terelakan. Kapal-kapal bertabrakan., Atasannya yang mengetahui hal itu marah besar, “Engkau hanya diberi satu tugas, menjaga lampu mercusuar. Semua hal lainnya adalah tugas kedua. Di mana letak prioritasmu?”

Seseorang datang kepada Yesus dan bertanya apa yang mesti ia lakukan agar memperoleh hidup yang kekal. Yesus menjawab agar dia menuruti segala perintah Allah. Orang tersebut merasa sudah melakukan segala yang diperintahkan kepadanya seperti, jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, dan mengasihi sesama. Kemudian Yesus menyuruhnya menjual hartanya dan mengikut-Nya. Orang itu lalu meninggalkan Yesus, tidak mau menuruti perkataan-Nya karena ia memiliki harta yang banyak dan merasa sayang untuk menjualnya.

Pro & Biz, tidak peduli seberapa baiknya kita, seberapa banyak kita sudah memberkati sesama, atau melakukan pekerjaan kita dengan benar, tapi jika kita belum mengikut-Nya sepenuh hati, belum menyerahkan hidup kita kepada-Nya, kita masih belum menempatkan PRIORITAS dengan tepat. Ketahuilah, tugas kita adalah sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, tidak curang dalam bekerja, tidak memanipulasi dan seterusnya itu tugas kedua. Pastikan prioritas kita benar. (IS)


YANG UTAMA TIDAK BOLEH MENJADI NOMOR DUA
TENTUKAN PRIORITAS KITA!

Source: Renungan BOM.com Edisi 113

Iklan