BERAPA LAMA JAM PER HARI ANDA BEKERJA ?

Sahabat Kristus, kali ini kita akan membaca kisah perjalanan hidup seseorang bernama Mary Slessor. Siapakah dia? Apa saja yang telah dilakukanya? Sejak kecil, ia sudah mempunyai semangat yang besar untuk memberitakan Injil. Dan Tuhan pun memakainya sehingga Injil dapat didengar oleh begitu banyak orang. Yuk, kita ikuti kisah tentang Mary Slessor.

Mary Slessor dilahirkan di Aberdeen, Skotlandia pada tahun 1848. Ayahnya adalah seorang tukang sepatu. Pada usia 7 tahun, Mary percaya dan mengenal Tuhan Yesus. Setiap hari, ia bersama ibunya tekun berdoa kepada Tuhan agar Ia sela melindungi dan memelihara keluarganya. Meskipun ia tidak pernah bersekolah, tapi ia sangat pandai membaca. Dan ia sangat suka membaca Alkitab. Ia bermimpi dan bertekad untuk melayani Tuhan dengan memberitakan Injil di daerah-daerah terpencil seperti di hutan Afrika.

Saat Mary berusia sekitar 11 tahun, keluarganya pindah ke kota Dundee, Skotlandia. Ayahnya, Robert tidak bisa lagi bekerja. Jadi Mary pun harus ikut bekerja. Akhirnya Mary bekerja di sebuah pabrik kapas agar ia bisa membantu mencukupi kebutuhan keluarga. Gajinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dan Mary kadan-kadang HARUS BEKERJA 10-12 JAM PER HARI.

Saat Mary berumur sekitar 20 tahun, pada tahun 1868, ia mengajak dan mengumpulkan anak-anak laki-laki dan perempuan untuk datang di Sekolah Minggu. Suatu hari ada sekelompok anak laki-laki yang tidak suka dengan apa yang dilakukan Mary itu. Mereka berusaha menghalang-halangi anak-anak itu ke Sekolah Minggu. Bahkan PEMIMPIN kelompok itu juga MENGANCAM Mary dengan senjata api. Pernah orang itu hendak menembak kepala Mary, tapi Mary hanya diam. Ia sama sekali tidak takut. semua anak-anak yang melihatya sangat ketakutan. Tapi entah mengapa tiba-tiba pemimpin kelompok itu mundur dan membiarkan Mary pergi. Keesokan harinya Mary bahkan berani mengundang pemimpin dan teman-temannya itu untuk belajar Alkitab bersama. Puji Tuhan! Setahun kemudian PEMIMPIN kelompok itu BERTOBAT dan PERCAYA kepada Tuhan Yesus.

Hingga di tahun 1875, Mary mendapat kesempatan pergi ke hutan-hutan Afrika. Ia tinggal bersama suku Okoyong. Mary sangat ingin menceritakan Injil ke orang-orang yang tinggal di desa paling terpencil daerah Calabar yang sekarang disebut Nigeria. Orang-orang di negara itu sudah terbiasa dengan ilmu sihir, perbudakan dan pembunuhan. Mary menghadapi banyak tantangan ketika hidup di desa itu. Dia sering melihat perang antar suku dan Mary pun berusaha MENDAMAIKAN suku-suku itu. Apa yang dilakukan Mary tidak percuma. Pada tahun 1902, ia MEMBAPTIS orang-orang Okoyong dan mengangkat 7 orang anak. Beberapa waktu kemudian, karena sakit demam yang tidak kunjung sembuh, akhirnya Mary Slessor wafat di tanggal 13 Januari 1915 di Nigeria. Umurnya waktu itu adalah 55 tahun.

by: Sys

Sumber: Renungan Harian Anak Volume 14

1430748750480495141

missmcintyreinkenya.wordpress.com

Lalu Ia berkata kepada mereka:

“Pergilah ke seluruh dunia,

beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

Markus 16:15

Iklan

JEHOVAH JIREH — Nama Tuhannya Nabi Ibrahim

charischristiancenter.com

 

 

Tuhan mempunyai Nama. Nama Tuhan yang disembah oleh orang Yahudi adalah Yehuwa Yireh. Artinya adalah Yehuwa akan menyediakan. Jadi aku sudah posting arti “YHWH”. Saya ingin Anda tahu secara detil menyangkut nama, Yireh. Kata ini dibagi 2 bagian. Menyediakan (Provides), adalah kata dari Yireh/ Jireh didefinisikan seperti ini pro artinya pertama dan -vides berarti melihat. Jadi arti harfiahnya adalah melihat sebelumnya.

Betapa nikmatnya itu untuk mengenal bahwa Tuhan tidak hanya melihat sebelum apa yg akan terjadi nanti, namun buat mereka yg percaya kepada-Nya, Dia menyediakan segala sesuatu yg dibutuhkan. Itulah Tuhan Yehuwa Penyedia.

Kejadian 22 di dlm Alkitab Kristen memberitakan tentang nama ini dg lengkap. Saat Tuhan menyuruh Pak Ibrahim untuk mengambil Issac putranya ke Gunung Moria untuk dijadikan kurban kepada Tuhan. Anda wajib membaca Kejadian 22 . Di situ dikatakan bahwa Abraham percaya kepada Tuhan BANGET !!! Dan nabi Ibrahim berkata bahwa Tuhan yg akan menyediakan anak domba. Padahal tidak ada anak domba yg dibawanya, kecuali anak tunggalnya saja pada saat itu. Ibrahim mengikuti Tuhan dg ketaatan lengkap, dan dia mengalami Suatu UJIAN dari Tuhan , bak anak SMA yg mendapat Ujian SNMPTN. Ayat 13 mengatakan kepada kita bagaimana Tuhan menyediakan, dan dalam ayat 14, Abraham menamai tempat itu dengan nama: Tuhan Akan Menyediakan. Dan sampai sekarang orang menyebutnya tempat itu, ‘Di atas gunung itu akan diberikan Tuhan’ .

Gunung Moria di kota Yerusalem.

Tempat itu dibangun beratus-ratus tahun kemudian oleh nabi Sulaiman yaitu Ka’bah Sulaiman. Bahasa Alkitabnya adalah Bait Suci Sulaiman. Lalu beratus-ratus tahun kemudian dibangun Dome of The Rock Mesjid bagi umat Muslim. Bait Suci Sulaiman adalah Ka’bah bagi umat Yudaisme Ibrahim. Gunung Moria dekat dg tempat penyaliban Yesus Kristus . Jadi yg seperti Anda lihat, tidak cuma untuk Ibrahim Tuhan Bapa menyediakan seekor anak domba, tetapi Tuhan juga melakukan itu untuk semua orang saat Dia memberikan Anak Domba -Nya : “Tuhan Yesus Kristus” untuk dikurbankan bagi dosa kita. Haleluya bahwa Tuhan Ayah mengambil inisiatif dan menyediakan jalan utk kita utk bersatu dengan Dia melalui Tuhan Putra.

Tuhan “melihat sebelum” kejadian akan terjadi , bahwa kebutuhan kita akan kurban penebus salah , ribuan tahun sebelum Yesus dari Nazaret. Dan memberikan hadiah terbesar dari semua yaitu akan kebutuhan kurban penebus salah dg diganti oleh Tuhan Anak domba. Tuhan SANGAT mencintai bumi ini , sehingga Dia telah MEMBERIKAN Anak-Nya yg esa, agar semua orang yg beriman kepada-Nya tidak binasa, namun mendapatkan hidup yg abadi- Yohanes 3:16.

“Tuhan, bagaimana saya menerima Engkau sebagai Yehuwa-Yirehku. Engkau telah memberikan semua yang saya butuhkan dalam Anak Domba-Mu. Saya menyembah dan memuji Engkau karena bagiku cukup bahwa Yesus Kristus sebagai Juruselamat saya. Betapa aku mencintai Engkau, Tuhanku; Penyedia saya “. (*)

By : Petrus anak Yohanes

Selamat Paskah

 

Para penduduk dunia GEMPAR
Yesus bisa hidup lagi di hari Minggu.

Banyak yg kaget, katanya
sudah mati, tapi kuburannya
KOSONG !!!!!!!!!!

Lalu ada orang Gila masuk
ke kubur Kosong Yesus di Israel.
Si gila melihat-lihat tidak ada
mayat Yesus di dalam.

Lalu dia keluar kuburan Yesus,
lalu dia bilang, Yesus ada
di dalam kamar mandi sambil
menonton acara Film
" Passion of  The Christ."











gointosail.wordpress.com

 

---///---

Source:  SMS unknown kepadaku.

Doa Hari Rabu 16 Maret 2011

Doa Hari Rabu , 16 Maret 2011

 

Ya Tuhan ROH Penolong yg lain, Si Penghidup & Si Penghibur ! Saya berterimakasih banyak utk semua bantuan-Mu, sehingga pekerjaanku menjadi lebih ringan & lebih gampang. Ya Tuhan PENANGMASALOK terimakasih banyak utk bantuan-Mu kepadaku. Kuminta pada-Mu agar Tuhan ROHULKUDUS selalu menjaga hati & akalku. Ya ROH Penghibur, inilah perasaanku kepada-Mu …….

TERIMAKASIH BANYAK DAN SAYA CINTA ENGKAU !

 

Ya Tuhan EL Shaddai, Si Pembikin bumi & langit ! Saya berterimakasih banyak utk setiap berkat-Mu & kebaikan-Mu. Ya Tuhan Papi kuminta pada-Mu agar Engkau selalu membuatku selalu ingat kepada Siapa yang membangun langit & bumi & semuanya yaitu Engkau sendiri. Ya Tuhan Pembuat kuminta kpd-Mu utk menerima hatiku kpd-Mu ……….

TERIMAKASIH BANYAK DAN SAYA CINTA ENGKAU !


Ya Tuhan YESUS Messias, Si Penyelamat & Si Penebus ! Saya naikkan syukur atas kasih-Mu kpdku utk seluruh mukjizat-Mu & Kerajaan-Mu. Engkau PENDIRI Kerajaan terbesar di seluruh dunia, yaitu Kerajaan Kristen. Tak ada wilayah di bumi yg mampu menandingi wilayah Kekuasan-Mu. Ya Tuhan AKU ADALAH AKU terimakasih banyak utk semua berkat & mukjizat-Mu sehingga Kerajaan-Mu menjadi terluas di Planet Biru ini. Ya Tuhan YHWH Penebus kuangkat hati-Ku untuk-Mu ………

TERIMAKASIH BANYAK DAN SAYA CINTA ENGKAU !


Di dalam Nama Tuhan TRITUNGGAL saya sudah berdoa & berterimakasih banyak.  AMIN.

 

 

bonnke.net

 

Apakah Anda Percaya kepada Yesus adalah YHWH ?

 

 

 

good-times.webshots.com

 

 

Salah satu top dunia ulama “Yesus yg bersejarah” , temuan Crossan sering tantangan beberapa keyakinan Kristen yang paling dihargai. Lihatnya mengambil mukjizat Kristus, seperti MEMBANGKITKAN orang mati  http://on.cnn.com/g9ev7p dan biarkan kami tahu bagaimana perasaan Anda tentang penggambaran tentang Yesus.

 

 

wikipedia.org

 

 

#
Vela Diego Zarate PERTAMA
41 menit Yang Lalu · SukaTidak Suka · 2 orang2 Suami Orang menyukai.
#
Joyce Switnare 2.
41 menit Yang Lalu · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat …
#
Petrus Yohanes Hill tidak tertarik untuk menonton, cara yang baik untuk De disukai CNN
41 menit Yang Lalu · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat …
#

 

 

284 orang menyukai lebih.

325 komentar lebih.

Source : http://www.facebook.com/cnn/posts/114658365276923

 

 

Nama Tuhannya Yahudi & Musa & Nabi Ibrahim http://www.paulabragg.com


—///—

Apakah Anda Percaya kepada Yesus adalah YHWH ?

Siapakah Orang yang Bernama Van de Loodsdrecht Itu ???

Aluk Todolo, Agama Leluhur Orang Toraja

Aluk Todolo adalah agama leluhur nenek moyang suku Toraja yang hingga saat ini masih dipraktekkan oleh sejumlah besar masyarakat Toraja. Bahkan pada tahun 1970, Aluk Todolo sudah dilindungi oleh negara dan resmi diterima ke dalam sekte Hindu-Bali. Aluk Todolo adalah kepercayaan animisme tua, dalam perkembangannya Aluk Todolo banyak dipengaruhi oleh ajaran-ajaran hidup Konfusius dan agama Hindu. Oleh karena itu, Aluk Todolo merupakan suatu kepercayaan yang bersifat politeisme yang dinamistik.

Kepercayaan Aluk todolo ini bersumber dari dua ajaran utama yaitu aluk 7777 (aluk sanda pitunna) dan aluk serba seratus (sanda saratu’).

Aluk Sanda Pitunna (aluk 7777) disebarkan oleh Tangdilino’ dan merupakan sistem religi yang diyakini oleh orang Toraja sebagai aluk yang diturunkan dari langit bersama-sama dengan umat manusia. Oleh karena itu, Aluk Sanda Pitunna adalah aluk tertua dan menyebar secara luas di Toraja. Sementara itu, Aluk Sanda Saratu’ datang kemudian dan disebarkan oleh Puang Tamborolangi’, namun Aluk Sanda Saratu’ hanya berkembang didaerah Tallu Lembangna (Makale, Sangalla dan Mengkendek).
Aluk Sanda Pitunna bersumber dari ajaran agama (sukaran aluk) yang meliputi upacara (aluk), larangan (pemali), kebenaran umum (sangka’) dan kejadian sesuai dengan alurnya (salunna). Aluk sendiri meliputi upacara yang terdiri atas tiga pucuk dan empat tumbuni (aluk tallu lolona, a’pa’ pentaunina). Disebut tiga aIuk karena ia meliputi upacara yang menyangkut manusia (aluk tau), upacara yang menyangkut tanam-tanaman (aluk tananan) dan upacara yang menyangkut binatang (aluk patuan) dan dikatakan empat oleh karena di samping ketiga hal di atas ada lagi satu upacara yang disebut upacara suru’ berfungsi untuk menembus kesalahan (pengkalossoran).

Wilayah barat

Tokoh penting dalam penyebaran aluk ini di wilayah barat Tana Toraja yaitu : Pongkapadang bersama Burake Tattiu’ yang menyebarkan ke daerah Bonggakaradeng, sebagian Saluputti, Simbuang sampai pada Pitu Ulunna Salu Karua Ba’bana Minanga, dengan memperkenalkan kepada masyarakat setempat suatu pranata sosial yang disebut dalam bahasa Toraja “to unnirui’ suke pa’pa, to ungkandei kandian saratu yakni pranata
sosial yang tidak mengenal strata.

Wilayah timur

Di wilayah timur Tana Toraja, Pasontik bersama Burake Tambolang menyebarkannya ke daerah Pitung Pananaian, Rantebua, Tangdu, Ranteballa, Ta’bi, Tabang, Maindo sampai ke Luwu Selatan dan Utara dengan memperkenalkan pranata sosial yang disebut dalam bahasa Toraja : “To Unnirui’ suke dibonga, To unkandei kandean pindan”, yaitu pranata sosial yang menyusun tata kehidupan masyarakat dalam tiga strata sosial.

Wilayah tengah

Tangdilino bersama Burake Tangngana menyebarkan aluk ke wilayah tengah Tana Toraja dengan membawa pranata sosial “To unniru’i suke dibonga, To ungkandei kandean pindan”. Sesuai dengan makna dan kandungan yang terdapat di dalam sistem kepercayaan Aluk Todolo, terdapat sejumlah hal yang relevan dengan pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup. Jika ditelusuri jejak referensi adanya konsep pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup bagi orang Toraja, ditemukan bahwa pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup bagi orang Toraja, pertama diatur dalam sistem religi yang ada dan hal itu meliputi hampir seluruh ritus yang dilaksanakan.

travelpod.com

Ketegangan Budaya Nenek Moyang, Agama dan Modernitas dalam Masyarakat Toraja

Oleh Christian Tanduk

1. Kerangka Berpikir

Tulisan ini merupakan suatu analisis sosial masyarakat Toraja yang telah mengalami perubahan dalam bingkai budaya nenek moyang, agama dan modenitas. Penulis menyadari bahwa untuk membahas hal ini secara komprehensif, dibutuhkan penelitian yang komprehensif pula. Sementara itu, analisis yang penulis coba paparkan di sini didasarkan pada pengalaman empiris penulis – yang dibesarkan, belajar, dan melayani (sebagai Pendeta) dalam komunitas etnis Toraja – yang kemudian dirangsang oleh diskusi dalam kuliah “Agama dan Masyarakat”. Jadi selayaknya tulisan ini diberi label: “sebuah catatan awal”. Dalam upaya memahami masyarakat Toraja ini, penulis mengelaborasi metode Bernard Adeney-Risakotta dalam kajian tentang model masyarakat Indonesia yang melihat modernitas, agama dan budaya nenek moyang sebagai tiga jaringan makna . Namun mengingat implikasi model ini sangat luas, maka penulis mempersempitnya dengan persoalan pokok: bagaimana ketiga jaringan makna ini membentuk etos dan world view masyarakat Toraja. Namun dalam pembahasannya penulis menukarkan posisi jaringan itu menjadi budaya nenek moyang, agama dan modernitas. Pembahasan seperti ini mengandaikan kronologi perubahan sosial masyarakat Toraja. Pertama-tama, budaya nenek moyanglah yang mengakar dan membentuk masyarakat Toraja. Setelah itu menyusul kehadiran agama dan merebaknya pengaruh modernitas. Penulis berusaha menghindarkan pembahasan ini dari unsur historis. Namun dalam tulisan ini hal tersebut bisa saja muncul di sana sini. Sebab menurut penulis, untuk menganalisis kondisi masyarakat saat ini dalam ketiga jaringan makna di atas, mau tidak mau kita harus sejenak menoleh ke belakang.

2. Masyarakat Toraja

Sebelum lebih jauh dalam pembahasan ini, penulis merasa perlu untuk sedikit menjelaskan apa yang penulis maksudkan dengan masyarakat Toraja. Istilah ini penulis pakai untuk membedakan kelompok masyarakat etnis Toraja yang tinggal di Kabupaten Tana Toraja dengan yang hidup sebagai perantauan di luar Tana Toraja. Pembedaan ini dilakukan mengingat adanya perbedaan pola pikir yang cukup mendasar antara orang Toraja yang tinggal di Toraja dan yang tinggal diluar Toraja dalam menanggapi masalah budaya nenek moyang, agama dan modernitas, serta pengaruhnya terhadap perilaku sosial mereka. Bagi mereka yang tinggal diluar Tana Toraja, perilaku sosial mereka cukup dipengaruhi oleh motifasi mereka meninggalkan Tana Toraja yaitu pekerjaan. Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa sebagian besar orang Toraja yang merantau, hidup di daerah dalam konteks masyarakat yang majemuk, baik secara etnis maupun agama. Berbeda dengan komunitas yang tinggal di daerah Tana Toraja yang cenderung homogen.

3. Makna Budaya Nenek Moyang Bagi Masyarakat Toraja

Budaya nenek moyang orang Toraja terbentuk dengan latar belakang suatu sistem religi atau agama suku yang oleh masyarakat Toraja disebut Parandangan Ada’ (harfiah : Dasar Ajaran/Peradaban) atau Aluk To Dolo . Aluk to Dolo percaya satu dewa yaitu Puang Matua – sebutan yang di kemudian hari diadopsi oleh Gereja untuk menyebut Tuhan Allah. Di samping itu dikenal juga deata (dewa-dewa) yang berdiam di alam, yang dapat mendatangkan kebaikan maupun malapetaka, tergantung perilaku manusia terhadapnya. Jika Durkheim membedakan antara yang sakral dan profan, maka hal itu tidak berlaku bagi Aluk to Dolo . Tidak ada yang profan. Semua aktifitas manusia memiliki nilai sakral mulai dari persoalan tidur sampai membangun rumah. Demikian halnya keberadaan manusia dari lahir sampai mati, aturan-aturan etis dan ritus serta simbol-simbol yang berhubungan dengan kesakralan itu selalu mengiringi keberadaan manusia Toraja. Aturan-aturan etis dan ritus serta simbol-simbol itu menghubungkan manusia secara khas dengan dengan tatanan faktual, baik dengan yang ilahi, maupun dengan sesama manusia dan alam. Kepercayaan inilah yang membentuk way of thinking dan way of living Toraja dan menjadi budaya yang melekat dengan begitu kuatnya. Paradigma yang dipakai Geertz mengenai sintesa etos dan pandangan dunia daalam sebuah kebudayaan sangat membantu kita untuk memahami makna budaya nenek moyang bagi orang Toraja . Simbol-simbol dan motifasi apapun yang dicerminkan pola budaya ini sangat terkait dengan pemahaman mereka tentang tatanan faktual, dimana manusia, alam dan yang ilahi terikat dalam sesuatu yang serba sakral. Jika kemudian Geertz mendefinisikan agama dari paradigma ini, rasanya definisi yang dihasilkan Geertz tidak berbeda dengan makna budaya nenek moyang bagi orang Toraja.

4. Budaya Nenek Moyang Dalam Perjumpaannya Dengan Agama Kristen

Agama Kristen mulai diperkenalkan di Toraja oleh seorang misionaris Belanda yang bernama A.A.van de Lostrect pada tahu 1913. Kegiatan penginjilan terus dilakukan sampai berdirinya Gereja Toraja tahun 1947, dengan bentuk yang amat diwarnai oleh Gereja Gerevomeerd di Belanda. Pandangan teologia yang dibawa oleh misionaris ini sangat negatif terhadap etika maupun ritual dari budaya nenek moyang yang dicap kafir . Berbagai larangan yang didasarkan pada dogma Gereformeerd kemudian disusun. Kalupun ada etika dalam budaya yang sebenarnya tidak bertentangan dengan ajaran gereja, hal itu tetap dianggap tidak cukup. Apa yang diajarkan Gereja adalah segala-galanya. Kalaupun ada upacara-upacara yang diijinkan, hal itu senantiasa diupayakan bersih dari nilai-nilai kekafiran budaya nenek moyang. Jika kita menghubungkan kenyataan ini dengan analisis Richard Niegbuhr tentang sikap terhadap budaya, maka sikap yang anut adalah “Kristus melawan Kebudayaan”.

Sekarang ini hampir semua orang Toraja memeluk agama Kristen. Tetapi tampaknya etos dan pandangan dunia yang diharapkan Gereja dapat membentuk struktur sosial dan pranata sosial masyarakat Toraja berdasarkan nilai-nilai Kekristenan, tetap mengalami perlawanan dari budaya Toraja yang telah mengakar dalam diri masyarakat Toraja. Bentuk perlawanan itu memang tidak terlihat secara eksplisit, bahkan tidak disadari. Meminjam teori psikoanalisa Freud, penulis melihat bahwa kalaupun masyarakat Toraja telah beragama, etos dan pandangan dunia yang berlatar belakang budaya nenek moyang, tetap tersimpan dalam dirinya dalam alam bawah sadar. Pada saat-saat tertentu, cara berfikir dan cara bertindak orang Toraja akan sangat dipengaruhi oleh memori yang tersimpan dalam alam bawah sadar itu. Uniknya, memori ini tersimpan secara turun temurun.

Dalam hal ini penulis melihat bahwa perjumpaan budaya nenek moyang orang Toraja dan agama Kristen yang datang dari konteks Barat telah menciptakan kondisi masyarakat Toraja dalam suatu tarik menarik. Pada satu sisi agama Kristen diakui sebagai dasar iman. Tetapi pada sisi lain, etos dan pandangan dunia yang lahir dari budaya nenek moyang tetap berpengaruh, walaupun hal itu tidak tampak secara eksplisit. Hal ini menyebabkan kondisi masyarakat Toraja sering menampilkan sikap yang dualisme dan juga sering dikotomis. Contoh kasus berikut, kiranya dapat menjelaskan teori ini :

a. Ketika seseorang telah beragama Kristen, idealnya rujukan etikanya adalah Firman Tuhan (Alkitab). Apapun yang dipikirkan atau dilakukan idealnya selalu menempatkan Firman Tuhan sebagai penuntun sekaligus kontrol. Tetapi hal berbeda menjadi fenomena masyarakat Toraja. Ketika mereka berada dalam konteks gereja (misalnya ibadah atau kegiatan keagamaan lain), rujukan etika adalah Alkitab: “Itu tidak sesuai dengan firman Tuhan”; “Inilah kehendak Yesus”. Demikian sering dikatakan. Tetapi ketika mereka mulai beralih dalam kehidupan sehari hari, maka hal itu berubah menjadi : ”Menurut orang tua…….”. (Maksudnya nenek moyang), “Jangan begitu, itu tidak sesuai dengan budaya kita”.. Dengan ungkapan-ungkapan seperti ini, masyarakat Toraja telah menunjukkan keterikatannya dengan budaya nenek moyang, walaupun ketika di tanya, bisa saja dia mengatakan : “Ah… kita ‘ kan sudah Kristen”. Inilah salah satu contoh karakter dualisme dalam diri orang Toraja. Pada satu sisi, agama diakui. Namun pada sisi lain, petunjuk nenek moyang tetap menjadi pegangan. Ironisnya, masyarakat lebih takut melanggap pamali (pantangan yang diajarkan budaya) ketimbang larangan Alkitab. Mereka lebih taat kepada pemuka adat daripada pemuka agama. Alasannya, pelanggaran terhadap pamali akan langsung berhadapan dengan nasib buruk. Tetapi jika melanggar perintah Tuhan, belum tentu dihukum.

b. Dalam budaya nenek moyang orang Toraja, ada stratifikasi sosial yang cukup menonjol. Ketika perbudakan masih berlaku di Toraja, dikenal golong puang ( penguasa, tuan ) dan kaunan (budak). Namun pada zaman kolonial Belanda hal itu dilarang. Tetapi dalam prakteknya, masyarakat adat Toraja tetap membedakan empat kasta dalam masyarakat yang diurut dari yang tertinggi yaitu tana’ Bulaan (Keturunan Raja. Bulaan artinya Emas); tana’ bassi (Keturunan bangsawan. Bassi artinya Besi), tana’ karurung (Bukan bangsawan, tetapi bukan juga orang kebanyakan. Karurung adalah sejenis kayu yang keras) dan yang terendah adalah tana’ kua-kua ( kua-kua , sejenis kayu yang rapuh). Dalam hubungan dengan upacara-upacara adat, dikenal pula golongan imam ( to minaa atau to parenge’ ) dan orang awam ( to buda ) .

Dengan berkembangnya agama Kristen, orang Toraja Kristen menerima bahwa semua manusia sama di hadapan Tuhan. Di dalam Tuhan tidak ada penggolongan seperti itu. Namun dalam penerapannnya di masyarakat, pengakuan terhadap kasta seseorang tetap ada. Akibatnya, ketika mereka berdiri sebagai warga gereja, yang dituruti adalah para penatua atau pendeta, namun dalam kehidupan sehari-hari, wibawa para keturunan raja dan bangsawan serta pemuka masyarakatlah yang berpengaruh. Hal ini menyebabkan sering terjadi benturan antara pemuka agama dan pemuka masyarakat. Pemuka agama berpedoman pada ajaran agama, sedangkan pemuka masyarakat berpedoman pada budaya nenek moyang. Akibatnya, fenomena dualisme muncul lagi. Ketika masyarakat berada dalam posisi sebagai warga jemaat, maka keputusan pemuka agamalah yang diikuti. Entah bertentangan dengan budaya atau tidak, yang jelas Firman Tuhan mengajarkan. Demikian pula sebaliknya. dalam posisi sebagai anggota masyarakat, keputusan pemuka adatlah yang diikuti, entah sesuai dengan ajaran agama atau tidak. Dari sudut pandang pemimpin, ada pula kencenderungan apatisme pemuka agama dalam kegiatan yang berhubungan dengan budaya nenek moyang, dan juga apatisme pemuka masyarakat dalam kegiatan gereja.

Hal ini juga berhubungan dengan asas kepemimpinan bottom up dan dan top down . Dalam konteks gereja teori yang berlaku adalah asas bottom up yang demokratis. Sedangkan dalam kontek kehidupan sehari-hari asas top down -lah yang berlaku. Jika demikian, masyarakat – entah sadar atau tidak – sedang dibentuk dalam dua teori kepemimpinan yang bertolak belakang itu. Implikasinya bisa menjadi bumerang bagi wibawa gereja atau wibawa adat ketika terjadi persilangan. Maksudnya asas bottom up mau dipaksakan dalam komunitas budaya, dan asas top down hendak dipaksakan dalam komunitas agama. Pemaksaan itu bisa saja dilakukan para pemuka adat atau warga biasa dalam gereja yang tidak nyaman dengan asas botom up. Atau oleh para pemuka agama yang merasa tidak nyaman dengan asas top down dalam masyarakat. Kita sudah bisa menebak akibatnnya : konflik dalam gereja atau konflik sosial dalam masyarakat, atau konflik antara institusi gereja dan institusi masyarakat.

Dengan demikian kita dapat melihat bahwa kondisi sosial masyarakat Toraja yang terus menerus berubah saat ini senantiasa berada dalam tarik menarik antara budaya nenek moyang dengan agama. Tarik menarik itu bisa berimplikasi pada dualisme, tetapi bisa juga muncul dikotomi antara yang gerejani dan budayani. Di dalam gereja, mereka menjadi orang Toraja yang berakar dalam budaya nenek moyang, tetapi tampil dengan “pakaian” Kekristenan. Ketika mereka keluar dari wilayah gereja, maka pakaian itu kembali dilepaskan untuk dipakai lagi ketika mereka kembali ke gereja. Jadi di dalam masyarakat, mereka berpegang teguh pada budaya, namun ketika mereka memasuki dunia kekristenan, maka “pakaian” Kristennya di pakai.

5. Masyarakat Toraja dan Pola Pikir Modernitas : Implikasi ketegangan antara budaya dan agama

Jika kembali kepada paradigma budaya Geertz, masyarakat Toraja sekarang ini – entah sadar atau tidak, tetapi kemungkinan besar tidak disadari – sedang mengalami kebingungan pembentukan etos dan worl view . Antara dogma agama dan budaya nenek moyang. Antara keduanya ada tarik menarik, bahkan pertentangan. Gejala sosial yang dilematis ini menjadikan situasi masyarakat Toraja saat ini cukup rawan ketika diperhadapkan dengan modernitas dengan berbagai karakteristiknya.

Sejauh kita memahami modernitas sebagai sebagai keterikatan kepada rasionalitas dalam semua sisi kehidupan, kita tidak dapat sepenuhnya mengklaim bahwa modernitas sama sekali belum menyentuh masyarakat Toraja pada saat agama Kristen mulai berkembang. Bagaimanapun juga, doktrin yang dibawa para zending ke Toraja tidak lepas dari pergulatan modernitas di Barat (Belanda). Bahkan adanya tarik menarik antara pandangan dunia budaya dan pandangan dunia agama bisa jadi disebabkan pengaruh pola pikir modern.

Tetapi jika kita mencoba memfokuskannya pada etos dan pandangan dunia yang ditawarkan laju modernitas, maka akan segera terlihat ketidaksiapan mental masyarakat Toraja menghadapi fenomena sosial yang ditimbulkan pola pikir atau kita sebut saja kebudayaan modern. Ketidaksiapan itu bukan berarti penolakan, tetapi penerimaan tanpa kritik. Gejala ini sudah menjadi fenomena yang cukup umum dalam masyarakat Toraja sekarang ini. Tarik menarik antara paradigma budaya dan paradigma agama menyebabkan etos dan pandangan dunia masyarakat Toraja terjebak dalam dualisme dan dikotomi. Keadaan ini menjadi cela yang cukup besar, yang memungkinkan kebudayaan modern mulai membentuk masyarakat tanpa ada perlawanan atau kritik yang berarti dari masyarakat, baik dengan dasar budaya maupun agama. Para pemerhati kebudayaan daerah maupun gairah pelayanan gereja sebenarnya cukup menyadari bahaya ini dan melakukan berbagai upaya pembinaan. Tetapi etos dan world view yang terlanjur tidak konsisten menyebabkan masyarakat tidak cukup kuat untuk mengajukan kritik terhadap kebudayaan modern serta melakukan kontrol terhadap infiltrasi kebudayaan modern. Akibatnya budaya modern mulai membentuk etos dan pandangan dunia masyarakat Toraja. Salah satu contoh adalah individualisme. Karakter ini mulai menjadi warna masyarakat Toraja. Padahal karakter demikian sangat bertolak belakang dengan semangat kebersamaan orang Toraja yang terkenal dengan semboyan misa’ kada di potuo pantan kada di po mate (artinya kurang lebih sama dengan “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh). Ironisnya, individualisme itu bisa tercermin dalam sebuah aktifitas yang berlatar belakang budaya. Penulis mencontohkan fenomena ini dengan menyorot salah satu upacara adat Toraja yaitu upacara pemakaman ( rambu solo ). Dari luar kita bisa melihat adanya nilai budaya yang besar dalam upacara ini. Ada pondok-pondok yang dirikan secara gotong royong. Hewan korban (kerbau dan babi) disiapkan untuk menjamu tetamu yang datang sekaligus simbol penghargaan kepada si mati . Setelah itu sanak famili dan kenalan mengungkapkan tanda dukacita melalui kehadiran dalam upacara itu sekaligus membawa babi atau kerbau sebagai tanda simpati. Pada akhir pesta (yang biasanya 3 sampai 4 hari), ada juga hewan korban yang disisihkan untuk disumbangkan kepada gereja. Tetapi jika kita mencermati motifasi dibalik persiapan dan pengorbanan itu, kita akan menemukan bahwa unsur gengsi atau prestise sangat mengemuka. Demi martabat di mata masyarakat, keluarga si mati akan mempersiapkan pesta dengan hewan korban sebanyak mungkin. Walaupun merupakan sebuah pemborosan yang penting harga diri akan terjaga. Sementara itu, sumbangan dukacita (dalam bentuk hewan korban) yang dibawa famili yang lain atau kenalan, tidak lagi dianggap sebagai tanda simpati, tetapi hutang. Jika sekali waktu kenalan tersebut menggelar upacara yang sama, maka mau tidak mau hutang itu harus dibayar. Jika tidak, harga diri menjadi taruhan. Sumbangan ke Gereja pun tidak lepas dari masalah harga diri. Menyumbang banyak artinya terhormat, prestise terjaga. Tidak menyumbang, memalukan. Dalam hal ini individualistis berjalan bersama dengan materialisme. Sekiranya Ferdinand Toennies menganalisis kedaan ini maka pembedaan Gemeinshaft dan Gesselschaft dalam teorinya akan mengalami kerancuan. Masalahnya karakteristik Gesselschaft yang diidentifikasi Toennies justru sering tercermin dalam sebuah konteks Gemeinshaft di Toraja . Kita bisa sederhanakan fenomena ini dengan ungkapan “modenitas yang berpakaian tradisional”.

Dengan semua kenyataan ini, indikasi keterasingan atau ketercabutan masyarakat Toraja dari akar budayanya mulai terlihat. Tetapi saya sendiri berharap bahwa teori-Hegel tentang keterasingan masyarakat modern dari lingkungannya, atau teori kurungan besi Weber tidak akan pernah terjadi dalam konteks masyarakat di Toraja.

6. Kesimpulan dan Penutup
Sebagai kesimpulan, penulis menyimpulkan pembahasan ini dengan mencoba menggambarkan kondisi sosial masyarakat Toraja saat ini dengan dua illustrasi berikut:
Pranata sosial dan struktur sosial masyarakat Toraja sedang (bahkan sudah lama) berada dalam tarik menarik antara paradigma budaya dan paradigma agama. Akibatnya Etos dan world view masyarakat berada dalam dualisme dan dikotomi. Disadari atau tidak, masyarakat sedang berada dalam kebingungan merumuskan jati dirinya.

Keadaan itu menyebabkan infiltrasi kebudayaan modern berlangsung tanpa kritik dan koreksi dan budaya atau agama. Akibatnya, etos dan pandangan dunia masyarakat Toraja mulai dibentuk oleh karakteristik budaya modern, tetapi ironisnya sering ditampilkan dalam kemasan budaya atau agama.

Kenyataan ini menjadi tantangan bagi pemerhati budaya dan pemuka agama, khususnya agama Kristen, termasuk penulis.

fertiled land of Tana Toraja Tana Toraja is always beatiful. When you see the valley down to Rantepao from Batutumonga Hills, you will always wonder, why the Eden is not here….. http://www.flickr.com stanssa

Sulawesi Selatan

Tana Toraja, Sulawesi Selatan-Tanah Kerajaan Surga

Tana Toraja memiliki kekhasan dan keunikan dalam tradisi upacara pemakaman yang biasa disebut Rambu Tuka. Di Tana Toraja mayat tidak di kubur melainkan diletakan di Tongkonan untuk beberapa waktu. Jangka waktu peletakan ini bisa lebih dari 10 tahun sampai keluarganya memiliki cukup uang untuk melaksanakan upacara yang pantas bagi si mayat. Setelah upacara, mayatnya dibawa ke peristirahatan terakhir di dalam Goa atau dinding gunung.

Tengkorak-tengkorak itu menunjukan pada kita bahwa mayat itu tidak dikuburkan tapi hanya diletakan di batuan, atau dibawahnya, atau di dalam lubang. Biasanya. musim festival pemakaman dimulai ketika padi terakhir telah dipanen. Biasanya akhir Juni atau Juli, dan paling lambat bulan September.

Dalam kepercayaan asli masyarakat Tana Toraja yang disebut Aluk Todolo, kesadaran bahwa manusia hidup di Bumi ini hanya untuk sementara, begitu kuat. Sesuai mitos yang hidup di kalangan pemeluk kepercayaan Aluk Todolo, seseorang yang telah meninggal dunia pada akhirnya akan menuju ke suatu tempat yang disebut puyo; dunia arwah, tempat berkumpulnya semua roh. Letaknya di bagian selatan tempat tinggal manusia. Hanya saja tidak setiap arwah atau roh orang yang meninggal itu dengan sendirinya bisa langsung masuk ke puyo. Untuk sampai ke sana perlu didahului upacara penguburan sesuai status sosial semasa ia hidup. Jika tidak diupacarakan atau upacara yang dilangsungkan tidak sempurna sesuai aluk (baca: ajaran dan tata cara peribadatan), yang bersangkutan tidak dapat mencapai puyo. Jiwanya akan tersesat.

“Agar jiwa orang yang ’bepergian’ itu tidak tersesat, tetapi sampai ke tujuan, upacara yang dilakukan harus sesuai aluk dan mengingat pamali. Ini yang disebut sangka’ atau darma, yakni mengikuti aturan yang sebenarnya. Kalau ada yang salah atau biasa dikatakan salah aluk (tomma’ liong-liong), jiwa orang yang ’bepergian’ itu akan tersendat menuju siruga (surga),” kata Tato’ Denna’, salah satu tokoh adat setempat.

Selama orang yang meninggal dunia itu belum diupacarakan, ia akan menjadi arwah dalam wujud setengah dewa. Roh yang merupakan penjelmaan dari jiwa manusia yang telah meninggal dunia ini mereka sebut tomebali puang. Sambil menunggu korban persembahan untuknya dari keluarga dan kerabatnya lewat upacara pemakaman, arwah tadi dipercaya tetap akan memperhatikan dari dekat kehidupan keturunannya.

Oleh karena itu, upacara kematian menjadi penting dan semua aluk yang berkaitan dengan kematian sedapat mungkin harus dijalankan sesuai ketentuan. Sebelum menetapkan kapan dan di mana jenazah dimakamkan, pihak keluarga harus berkumpul semua, hewan korban pun harus disiapkan sesuai ketentuan. Pelaksanaannya pun harus dilangsungkan sebaik mungkin agar kegiatan tersebut dapat diterima sebagai upacara persembahan bagi tomebali puang mereka agar bisa mencapai puyo alias surga.

Semakin sempurna upacara pemakaman seseorang, maka semakin sempurnalah hidupnya di dunia keabadian yang mereka sebut puyo tadi.

To na indanriki’ lino

To na pake sangattu’

Kunbai lau’ ri puyo

Pa’ Tondokkan marendeng

Kita ini hanyalah pinjaman dunia yang dipakai untuk sesaat. Sebab, di puyo-lah negeri kita yang kekal. Di sana pula akhir dari perjalanan hidup yang sesungguhnya.
Bisa dimaklumi bila dalam setiap upacara kematian di Tana Toraja pihak keluarga dan kerabat almarhum berusaha untuk memberikan yang terbaik. Caranya adalah dengan membekali jiwa yang akan bepergian itu dengan pemotongan hewan-biasanya berupa kerbau dan babi-sebanyak mungkin. Para penganut kepercayaan Aluk Todolo percaya bahwa roh binatang yang ikut dikorbankan dalam upacara kematian tersebut akan mengikuti arwah orang yang meninggal dunia tadi menuju ke puyo.

Kepercayaan pada Aluk Todolo pada hakikatnya berintikan pada dua hal, yaitu padangan terhadap kosmos dan kesetiaan pada leluhur. Masing-masing memiliki fungsi dan pengaturannya dalam kehidupan bermasyarakat. Jika terjadi kesalahan dalam pelaksanaannya, sebutlah seperti dalam hal “mengurus dan merawat” arwah para leluhur, bencana pun tak dapat dihindari.

Berbagai bentuk tradisi yang dilakukan secara turun-temurun oleh para penganut kepercayaan Aluk Todolo-termasuk ritus upacara kematian adat Tana Toraja yang sangat dikenal luas itu-kini pun masih bisa disaksikan. Meski terjadi perubahan di sana-sini, kebiasaan itu kini tak hanya dijalankan oleh para pemeluk Aluk Todolo, masyarakat Tana Toraja yang sudah beragama Kristen dan Katolik pun umumnya masih melaksanakannya. Bahkan, dalam tradisi penyimpanan mayat dan upacara kematian, terjadi semacam “penambahan” dari yang semula lebih sederhana menjadi kompleks dan terkadang berlebihan.

Sebagai contoh, ajaran Aluk Todolo menghendaki agar orang yang meninggal dunia harus segera diupacarakan dan secepatnya dikuburkan. Maksud dari ajaran ini supaya keluarga yang ditinggalkan dapat melaksanakan upacara-upacara lain yang bersifat kegembiraan. Sebab, adalah pamali atau melanggar ketentuan aluk bila upacara kegembiraan (rambu tuka’) dilaksanakan bila ada orang mati (to mate). Untuk mengatasi hal yang berlawanan ini, masyarakat Tana Toraja lalu mengatakan, mayat tersebut belum mati, tetapi dianggap sebagai orang yang masih sakit (to makula). Dengan begitu, mereka yang ingin melaksanakan upacara rambu tuka’ tidak terhalang hanya karena ada mayat di kampung tersebut.

kampoeng-heber.blogspot.com

– Pada awal abad ke-13 Islam mulai diperkenalkan di Indonesia dan berkembang pesat menjadi agama mayoritas d Indonesia. Dan yang paling terkenal pada saat itu adalah kesembilan Wali Sanga yang merupakan penyebar agama Islam di Jawa.

– Pada masa kejayaan kerajaan Sriwijaya, agama Hindu-Buddha juga berkembang pesat yan dibuktikan dengan adanya prasasti-prasasti, kuil-kuil, serta candi-candi. Dan salah satu yang paling terkenal adalah Candi Borobudur yang masih berdiri megah hingga saat ini.

– Agama Kristen yang dibawa oleh penginjil Van De Lostrect yang kemudian menjadi agama mayoritas  suku  Toraja.

Mengapa bisa banyak BANGET yaachhh yg datang ???….. Mengapa tidak sedikit saja yg datang ????….. Siapa siiichhhh yg bisa membawa mereka semuaaa ????….. Mengapa tidak bisa tidak laku saja ??????

Ini adalah kuburan kosong-Nya Yesus Orang Nazaret ,  apakah Dia yang membuat banyak orang MELEBIHI  semut seperti Video diatas, atau siapa lagi ????…..

Source :  http://www.torajaindonesia.com,

Christian Tanduk
tomanglaa.wordpress.com,

ayouk91.blogspot.com,

http://www.youtube.com HillTowerProductions ,

http://www.youtube.com BringBackTheCross


—///—

Siapakah Orang yang Bernama Van de Loodsdrecht Itu ???

Apakah Anda Percaya kepada Roh Penghibur ?

 

 

scscomp.nl

Roh Kudus – Dengarlah Dia kawan, memanggil Anda!

Sebuah kebaktian pada Kristus dan pengantin-Nya.

[Foto oleh Babinets Oleg]

Saya meminta maaf kepada semua pembaca saya untuk mencetak ini. Tapi setelah sekitar dua detik dari perdebatan internal, saya menyimpulkan bahwa penting bagi orang-orang yang masuk akal untuk mencoba memahami pikiran wingnut christianist.

Tentu saja, membaca ini tidak akan membantu Anda memahami pikiran seorang wingnut christianist. Tapi itu akan, saya percaya, pastikan dalam pikiran Anda sendiri yang wingnuts christianist wingnut hidup di dunia kecil mereka sendiri, dan harus memakai lencana yang menyatakan mereka untuk menjadi klan wingnuttery.

Berikut ini adalah sebuah “renungan” oleh Maria Woodworth-Etter, yang tidak diragukan lagi sebuah christianist benar dan orang yang baik. Itu tidak, bagaimanapun, alasan ini disebut “kebaktian.” Mungkin jika Anda mengambil sedikit Pepto-Bismol sebelum membaca … apapun, di sini adalah:

“Kristus adalah Mempelai-Nya Mempersiapkan

“Raja Kemuliaan akan menikah dengan Mempelai-Nya. Jangan kau tahu bahwa setiap hal yang baik dunia menikmati, Tuhan akan membiarkan kita nikmati sepuluh-ribu kali lipat? Ada akan menjadi pesta terbesar, kesempatan yang paling indah yang pernah mendengar dari, ketika kita akan makan roti dan minum anggur dalam kerajaan. Pengantin wanita sekarang dalam pelatihan. Roh Kudus adalah burung merpati.

“Bernyanyi adalah berdekut dari merpati sebelum badai. Apakah Anda pernah mendengar merpati sebelum badai, panggilan untuk pasangan mereka untuk mencari perlindungan? Jadi Roh Kudus adalah berdekut dan mengerik, memanggil kita untuk mencari perlindungan dari badai kesengsaraan yang yang datang di atas bumi Tuhan telah kita dalam pelatihan,. membuat cahaya tubuh kita dan lentur sehingga kita bisa naik.

“Semoga Tuhan membantu kita untuk diisi dengan Roh Kudus sehingga kita dapat bangkit Ini adalah satu-satunya kekuatan yang bergerak dalam gereja Kristus, agen perkasa-Nya.. Dia ingin kita untuk menjalankan usaha-Nya melalui tubuh-Nya. Mari kita api dari langit yang akan memungkinkan kita untuk melakukan bisnis untuk Tuhan, dan berhati-hati bahwa kita tidak atribut kuasa Tuhan dengan iblis, supaya kita melakukan dosa yang tak terampunkan. ”

Apa yang mungkin dapat dikatakan tentang itu?

[Di atas kebaktian dari majalah Charisma]

Whit Minggu di Perancis
Fakta Singkat
Minggu Pentakosta adalah 50 hari setelah Minggu Paskah. Ini menandai keturunan Roh Kudus pada pengikut Yesus, menurut keyakinan Kristen.
Nama Lokal
Nama Bahasa
Pentecôte Prancis
Whit Minggu Inggris
Nama Alternatif
Minggu Pentakosta
Minggu Whit 2011
Minggu 12 Juni 2011
Minggu Whit 2012
Minggu, 27 Mei 2012
Lihat daftar pengamatan di bawah ini

Banyak orang Kristen di Perancis tandai keturunan Roh Kudus pada pengikut Yesus pada hari Minggu Pantekosta (Pentecôte). Orang bisa menghadiri layanan gereja khusus atau menghabiskan waktu dengan keluarga atau teman.
White Dove

Merpati melambangkan Roh Kudus. Gambar simbol ini dapat dilihat sekitar waktu Pentakosta, juga dikenal sebagai Whit Minggu. © iStockphoto.com/DNY59
Apa yang orang lakukan?

Banyak orang Kristen di Perancis menghadiri kebaktian khusus pada hari Minggu Pantekosta untuk merayakan turunnya Roh Kudus pada pengikut Yesus Kristus. Orang-orang meniup terompet selama layanan di beberapa gereja. Suara mengingatkan mereka tentang angin kuat yang bertiup, kalau Roh Kudus turun ke pengikut Yesus. Orang-orang dibaptis atau dibaptis ulang pada hari Minggu Pantekosta di gereja-gereja lain.

Orang lain menghabiskan hari Minggu Pentakosta dalam cara yang mirip dengan hari Minggu lainnya. Mereka mungkin tinggal di rumah, berjalan-jalan di taman atau pedesaan atau makan makanan dari daging sapi muda dengan anggota keluarga atau teman. Banyak orang makan di luar ruangan piknik makan siang. Senin Pentakosta, yang adalah hari setelah hari Minggu Pentakosta, adalah hari libur umum sehingga beberapa orang mengambil liburan singkat selama akhir pekan Pentakosta lama, mungkin untuk mengunjungi Gite keluarga (rumah kecil di pedesaan).
Kehidupan publik

kehidupan publik umumnya sangat tenang, seperti pada hari Minggu lainnya, pada hari Minggu Pantekosta. Kantor pos, bank, toko dan bisnis lain ditutup. Luar daerah wisata, restoran dan kafe bisa ditutup. Namun, beberapa toko di Paris, serta di bandara dan stasiun kereta api dan di sepanjang jalan raya utama, mungkin terbuka. jadwal jasa angkutan umum bervariasi tergantung di mana satu hidup dan berniat untuk melakukan perjalanan.

Museum yang biasanya buka pada hari Minggu mungkin ditutup sementara yang lain mungkin tetap terbuka. Gereja-gereja bisa ditutup bagi pengunjung yang tidak ingin mengambil bagian dalam pelayanan dan tur mungkin tidak tersedia.
Informasi lebih lanjut

Beberapa aspek Pentakosta terkait dengan hari libur Yahudi Shavuot. Baca lebih lanjut tentang bagaimana orang-orang di Jerman, Belanda, Inggris dan Amerika Serikat merayakan Pentakosta.
Tentang Whit Minggu di negara-negara lain
Baca lebih lanjut tentang Whit Minggu.

Mencari Roh Kudus

Penyembuhan, bernubuat dan berbicara dalam bahasa roh – semuanya terjadi di Nottinghamshire.

Bagi orang Kristen, Paskah adalah perayaan dari salah satu peristiwa yang paling menakjubkan dan ajaib dalam sejarah.

Tetapi banyak orang Kristen juga percaya Tuhan sedang melakukan tanda-tanda dan mujizat hari ini, karunia-karunia Roh Kudus seperti yang disebutkan dalam Alkitab, Korintus 12:8-13.

Karunia-karunia rohani meliputi hikmat, pengetahuan, kearifan, iman, kesembuhan, mujizat, lidah beragam dan interpretasi.
Audio dokumenter: In Search of Roh Kudus

* BBC Nottingham Sarah Julian membutuhkan perjalanan sekitar county mencari bukti dari Roh Kudus dalam> tindakan

Bantuan bermain audio / video

Pauline Thomas adalah salah satu pemimpin gereja di St Marks, sebuah Gereja Anglikan di Woodthorpe. Dia adalah bagian dari sebuah tim yang berdoa untuk orang-orang Mapperley Top.

“Aku telah melihat Tuhan menyembuhkan segala macam hal yang saya pernah. Melihat dia menyembuhkan punggung, aku pernah melihatnya menyembuhkan seorang wanita yang tuli, aku telah melihat kondisi jantung sembuh …”

Trent Vineyard adalah gereja terbesar di Nottinghamshire, dengan jemaat sekitar 1700 orang. Debbie Wright adalah Co-Senior Pastor bersama suaminya John. Mereka percaya dalam kuasa Roh Kudus dan menggunakan sejumlah hadiah, termasuk kata-kata pengetahuan dan nubuat.

“Kami memiliki fuzzy filter Kita tidak selalu mendengar apa yang Ia katakan dan kita perlu mendengarnya dalam banyak cara yang berbeda..”
Korintus 12:8-13

Untuk satu diberikan oleh Roh perkataan hikmat, untuk kata lain pengetahuan oleh Roh yang sama; Untuk lain iman oleh Roh yang sama, untuk yang lain karunia penyembuhan oleh Roh yang sama; Untuk sama lain kerja mujizat; nubuat lain, untuk lain membedakan roh, untuk jenis lain penyelam lidah, untuk lain penafsiran lidah: Tapi semua worketh yang satu dan Roh yg itu, membagi untuk setiap orang beberapa kali karena dia akan.

Pastor Bisi dari Tuhan-Tuhan Vineyard, yang cepat tumbuh Gereja Pantekosta di Derby Road di Nottingham, berbicara dalam bahasa roh.

“Ini hadiah supranatural Ketika Anda berdoa Roh Tuhan turun atasmu Anda hanya mulai berdoa dalam Roh Kudus..”

Annie Bell adalah mentor untuk Aspire Mentoring Proyek dan membantu keluar di dapur umum yang dikelola oleh orang-orang Kristen di Nottingham. Dia yakin dia memiliki karunia rahmat.

“Ini adalah supranatural Saya tidak mengatakan bahwa aku superwoman.. It’s Tuhan dalam diri Anda yang memberi Anda bahwa kasih karunia, supaya belas kasihan untuk memberikan di daerah di mana Anda tidak akan biasanya bisa.”

Pendeta Richard Ian Turnbull adalah menteri gereja Serikat Beeston Reformed. Dengan istrinya Elizabeth, mereka percaya bahwa mereka memiliki karunia untuk membedakan dan dapat membantu orang melalui doa, bahkan menyingkirkan roh jahat. Elizabeth memahami bahwa ini adalah bidang yang sulit bagi banyak orang.

“Hal ini sangat kontroversial, bahkan untuk banyak orang Kristen.”

 

 

” Baiklah KITA menciptakan manusia menurut gambar & rupa KITA ,
supaya MEREKA memerintah semua ikan yg didlm laut
dan semua burung di udara dan semua binatang yg jinak dan
atas seluruh bumi dan atas semua binatang yg melata yg merayap di bumi.”

Kej 1 :  26

 

Source :   http://www.timeanddate.com,

mythandhope.blogspot.com,

http://www.bbc.co.uk

—///—


Apakah Anda Percaya kepada Roh Penghibur ?