Puisi untuk Tahun Baru

 

tahun-baru.jpg

SELAMAT TAHUN BARU
SEMUA ORANG

Hari ini Tahun Baru
Hari ini panen sampah di mana-mana
Banyak orang yang berpesta Tahun Baru
Tahun ini Tahun Baru Kristen

Apakah sudah tahu bahwa sebelumnya Hari Natal
Karena Hari Natal itulah Tahun Baru ini lahir
Yang tidak tahu – bacalah buku sejarah
Yang tidak tahu – banyak-banyaklah bertanya

Selamat Tahun Baru semua orang
Selamat Tahun Baru semua makhluk
Selamat Tahun Baru alam semesta
Selamat Tahun Baru semua penghibur

Kita sudah melewati jalan raya
Yang penuh dengan kendaraan-kendaraan
Semua orang bersorak-sorai
Semua orang berpesta

Tidakkah kalian tahu kita merayakan Tahun Baru
Tidakkah kalian tahu kita ini sama-sama berpesta
Tidakkah kalian tahu kita ini sama-sama bergembira
Tidakkah kalian tahu kita ini sama-sama terhibur

Itulah kehebatan Tahun Baru
Itulah kemantapan Tahun Baru
Itulah kebahagiaan Tahun Baru
Itulah keseruan Tahun Baru

Tak ada yang menyangkalnya
Tak ada yang meragukannya
Tak ada yang menutupinya
Tak ada yang menghinanya

Jadi tahun ini Tahun Baru
Tahun lama sudah berlalu
Tahun baru sudah datang
Apakah kita akan baru juga

Sekarang Tahun Baru semua orang
Bila sudah pesta – jangan lupa jaga kebersihan
Buanglah sampah di tempatnya
Tahun Baru – jaga kebersihan-kesucian

Peter son of John, Jakarta January 02, 2018

SELAMAT TAHUN BARU
SEMUA ORANG

Tahun Baru banyak orang berbondong-bondong
Ke luar rumah untuk merayakannya
Mereka semua tahu – itu Tahun Baru Kristen
Terimakasih banyak untuk semua agama
Yang ikut merayakannya
Kita sama-sama manusia
Walau beda rasa, kulit, kepala, rambut, suku, agama
Tapi kita sama-sama merayakan Tahun Baru

Banyak banget orang-orang
senang merayakan Tahun Baru ini
Tak ada uang – tetap merayakan
Tak ada kekayaan – tetap berpesta
Bunyi terompet membahana ke seluruh planet biru
Tak ada yang melarangnya
Tahun Baru orang-orang berpesta
Semua agama berpesta
Tidakkah itu keluarbiasaan Tahun Baru

Walaupun di hutan
Walaupun di atas gunung
Walaupun di lembah
Walaupun di kemiskinan
Tetap orang pada makan-makan
Jagung dibakar…
Ayam dibakar…
Kembang api dibakar…

Tahun Baru ini kawan-kawan…
Walau hidup dililit kesulitan
Tahun Baru tetap datang
Sambut Tahun Baru dengan senyuman
Bahwa Harapan Baru tetap datang
Yang sudah-sudah… Ya sudah
Yang sudah dimakan… Ya sudah
Yang sudah diminum… Ya sudah
Apakah mau dimuntahkan lagi

Ini Tahun Baru kawan-kawan
Kita sambut tahun ini dengan semangat
Bahwa Harapan Baru sudah datang
Harapan lama sudah pergi
Tetaplah kita melanjutkan kehidupan
dengan Harapan Baru
Tetaplah kita meneruskan perjalanan
dengan Senyuman Baru

Peter son of John, Jakarta January 02, 2018

SELAMAT MATAHARI BARU
SEMUA TANAH

Sekarang sudah Matahari Baru
Bungkus badan baru tak punya
Bungkus kaki baru tak punya
Rumah kaki baru tak punya
Maklum cuma tanah tak mampu

Matahari lama sudah terkubur
Timbul Matahari Baru
Akankah diri timbul juga
Bila mau terkubur
Jangan merayakan Matahari Baru

Tak ada perubahan dalam nafas
Walau ada perubahan dalam Matahari
Apakah ini nafas
Tangan tak berubah
Begini-begini saja

Kapan tangan ini berubah
Mungkin sudah suratan garis tangan
Tidak apa-apa yang penting bunga
Yang penting sudah merekah
Bersyukurlah… bersyukurlah… Sorga itu baik

Dulu diri tidak berbunga
Sekarang sudah merekah
Terimakasih banyak oh Sorga Agung
untuk Matahari Baru ini dan kebungaan ini
Amin ya amin … puji Sorga … bunga itu mahal

Matahari sudah berganti
Tapi gaji tidak berganti
Matahari sudah berubah
Tapi keyakinan tidak berubah
Matahari sudah berlalu
Tapi batang hidung tidak berlalu
Sampai jam berapa ini terjadi
Aku tak tahu… Engkau tak tahu…
Dia tak tahu… Mereka tak tahu…
Maklum cuma tanah tak mampu
Yang mampu cuma Pencipta tanah

Selamat Matahari Baru semua tanah
Pencipta menghujani

Peter son of John, Jakarta January 2, 2018

 

Iklan

Puisi untuk AKU MENYANYI UNTUK MEMBERI

AKU MENYANYI UNTUK MEMBERI

Pagi-pagi banget aku pergi dari rumah.
Pagi-pagi banget aku CARI MAKAN.
Pagi-pagi banget aku ke jalanan.
Aku menyanyi di mana-mana!
Aku bergitar ke mana-mana.
Aku butuh makan.
Aku butuh uang.
Kawan-kawan aku punya bakat …
bakatku bernyanyi… bergitar …
Aku senang menyanyi … APALAGI kalau dapet duit …
Aku senang jalan-jalan … tapi aku butuh makan …
aku butuh membiayai orang …
Aku ‘bukan’ pengemis namun aku ‘pemberi’…
Tuhan BANTULAH aku agar aku tidak menjadi pengemis …
Akulah si penyanyi jalanan … !!

Peter son of John, Jakarta 20 Maret 2014

http://brainly.co.id/tugas/91718

KALAU INI BUATAN ORANG LAIN :

Cinta yang Agung adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya
adalah ketika dia tidak memedulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia
adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata:

“Aku turut berbahagia karenamu”

—Kahlil Gibran

Puisi untuk AKU DIBUAT MALU

AKU DIBUAT MALU

Di Bandung aku tamasya.

Aku melihat penarik becak.

Dengan berat dia mengayuh.

Dia bekerja untuk cari makan.

Dia bekerja demi anak istri.

Aku melihatnya.

Aku mendapat inspirasi.

Kutulis puisi ini.

Kubuat untuknya.

Dia kakek tua.

Dia tukang becak.

Dia bukan pengangguran.

Dia bukan sarjana.

Dia tukang becak yang MELEBIHI  Insinyur Pengangguran.

Peter son of John, Bdg Mar’14

Puisi untuk Bandung aku cinta

BANDUNG AKU CINTA

Aku ada di Bandung.

Aku ada di sini.

Aku sedang tamasya.

Aku ada di hotel.

Aku ada di kamar.

Aku bikin puisi.

Aku senang di Bandung.

Aku pernah SMA di sini.

Aku suka orang Bandung.

Aku suka Bandung.

Aku suka tamasya.

Aku suka makanan Bandung.

Aku suka pada mode Bandung.

Kota modenya Java.

Paris van Java itulah Bandung.

Bandung aku cinta.

Salam untukmu dariku,

Petrus anak Yohanes.

Peter son of John, Bdg Mar’14


PUISI UNTUK TAKDIRKU

AKU MEMANG PENULIS

Di malam sunyi ini

aku sendiri.

Tak ada teman menemani.

Aku ada di pembaringan.

Aku menulis untuk MENGHIBUR.

BANYAK yang sudah kutulis.

Malam sudah pekat.

Hidup tak ada teman.

Cuma ditemani pulpen & kertas.

Aku ingin menulis.

Kugerakkan pulpenku.

Kutulis puisi untuk mengisi KEKOSONGAN.

Aku MEMANG penulis.

Kutulis untuk pembaca.

Pembaca senang, aku senang.

Pembaca sedih, aku sedih.

Sedihmu, sedihku.

Tawamu, tawaku.

Candamu, candaku.

Dompetku bukan dompetmu.

Hatiku bukan hatimu.

Kepalaku bukan kepalamu.

Tapi mungkinkah Tuhanmu, Tuhanku ?

Peter son of John, Jakarta 14 Oktober 2013

1381769789308614181

http://www.last.fm

Puisi untuk Hujan

weheartit.com

 

 

HUJAN JANGANLAH HUJAN AIR MATA

 

Malam minggu hujan menyirami Jakarta Selatan.

Aku sendirian dan menulis puisi.

Aku ingin hujan berhenti.

Tuhan biarlah KEHENDAK-Mu yang jadi.

Oh hujan mungkinkah engkau itu rezeki …

Hujan mungkinkah engkau itu air bah …

Hujan mungkinkah engkau penyejuk bumi …

Hujan mungkinkah engkau air mata para dewa …

Hujan mengalirlah engkau sesuka Tuhanmu.

Sebab aliranmu laksana REZEKI yang mengalir.

Mengalir ke tempat yang Tuhan kehendaki.

Hujan engkaulah rezeki tapi bisa juga musibah.

Hujan bisakah menahan mendung air mata …

Hujan semoga aliranmu menyejukkan Gubernurku Pak Jokowi.

Peter son of John, Jkt  Sabtu, 12 Oktober 2013

[Hari Ibu] Ibu Aku Sayang Padamu

Ibu Aku Sayang Padamu

Ibu kasihmu besar kepadaku.
Aku cinta padamu.
Aku sayang padamu.

Ibu terimakasih bantuanmu.
Ibu terimakasih untuk perhatianmu.
Ibu terimakasih untuk kasihmu.

Tuhan terimakasih untuk ibuku.
Tuhan terimakasih untuk berkat-Mu.
Tuhan terimakasih untuk senyum-Mu.

Ibu, aku tahu engkau sayang padaku.
Aku tahu engkau banting tulang untuk aku.
Ibu aku sayang padamu.

Ribuan kilo engkau tempuh demi aku anakmu.
Aku sangat iba melihatmu.
Aku menjadi sangat malu kalau menjadi sampah masyarakat.

Ibu aku ingin membantumu.
Ibu aku mau meringankanmu.
Ibu aku sudi mendoakanmu.

Tuhan  …..  itu mamaku.
Tuhan  …..  itu orang tuaku.
Tuhan  …..  itu anaknya kakekku.

Ibu aku … sudah ikut tulis fiksi.
Ibu doakan aku  … bisa nulis !
Ibu …  SELAMAT HARI IBU  …


Peter son of John, Jkt 21 Des’ 11

 

 

Untuk membaca karya peserta lain silahkan menuju ke akun: Cinta Fiksi