Puisi untuk AKU MENYANYI UNTUK MEMBERI

AKU MENYANYI UNTUK MEMBERI

Pagi-pagi banget aku pergi dari rumah.
Pagi-pagi banget aku CARI MAKAN.
Pagi-pagi banget aku ke jalanan.
Aku menyanyi di mana-mana!
Aku bergitar ke mana-mana.
Aku butuh makan.
Aku butuh uang.
Kawan-kawan aku punya bakat …
bakatku bernyanyi… bergitar …
Aku senang menyanyi … APALAGI kalau dapet duit …
Aku senang jalan-jalan … tapi aku butuh makan …
aku butuh membiayai orang …
Aku ‘bukan’ pengemis namun aku ‘pemberi’…
Tuhan BANTULAH aku agar aku tidak menjadi pengemis …
Akulah si penyanyi jalanan … !!

Peter son of John, Jakarta 20 Maret 2014

http://brainly.co.id/tugas/91718

KALAU INI BUATAN ORANG LAIN :

Cinta yang Agung adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya
adalah ketika dia tidak memedulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia
adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata:

“Aku turut berbahagia karenamu”

—Kahlil Gibran

Puisi untuk AKU DIBUAT MALU

AKU DIBUAT MALU

Di Bandung aku tamasya.

Aku melihat penarik becak.

Dengan berat dia mengayuh.

Dia bekerja untuk cari makan.

Dia bekerja demi anak istri.

Aku melihatnya.

Aku mendapat inspirasi.

Kutulis puisi ini.

Kubuat untuknya.

Dia kakek tua.

Dia tukang becak.

Dia bukan pengangguran.

Dia bukan sarjana.

Dia tukang becak yang MELEBIHI  Insinyur Pengangguran.

Peter son of John, Bdg Mar’14

Puisi untuk Bandung aku cinta

BANDUNG AKU CINTA

Aku ada di Bandung.

Aku ada di sini.

Aku sedang tamasya.

Aku ada di hotel.

Aku ada di kamar.

Aku bikin puisi.

Aku senang di Bandung.

Aku pernah SMA di sini.

Aku suka orang Bandung.

Aku suka Bandung.

Aku suka tamasya.

Aku suka makanan Bandung.

Aku suka pada mode Bandung.

Kota modenya Java.

Paris van Java itulah Bandung.

Bandung aku cinta.

Salam untukmu dariku,

Petrus anak Yohanes.

Peter son of John, Bdg Mar’14


PUISI UNTUK TAKDIRKU

AKU MEMANG PENULIS

Di malam sunyi ini

aku sendiri.

Tak ada teman menemani.

Aku ada di pembaringan.

Aku menulis untuk MENGHIBUR.

BANYAK yang sudah kutulis.

Malam sudah pekat.

Hidup tak ada teman.

Cuma ditemani pulpen & kertas.

Aku ingin menulis.

Kugerakkan pulpenku.

Kutulis puisi untuk mengisi KEKOSONGAN.

Aku MEMANG penulis.

Kutulis untuk pembaca.

Pembaca senang, aku senang.

Pembaca sedih, aku sedih.

Sedihmu, sedihku.

Tawamu, tawaku.

Candamu, candaku.

Dompetku bukan dompetmu.

Hatiku bukan hatimu.

Kepalaku bukan kepalamu.

Tapi mungkinkah Tuhanmu, Tuhanku ?

Peter son of John, Jakarta 14 Oktober 2013

1381769789308614181

http://www.last.fm

Puisi untuk Hujan

weheartit.com

 

 

HUJAN JANGANLAH HUJAN AIR MATA

 

Malam minggu hujan menyirami Jakarta Selatan.

Aku sendirian dan menulis puisi.

Aku ingin hujan berhenti.

Tuhan biarlah KEHENDAK-Mu yang jadi.

Oh hujan mungkinkah engkau itu rezeki …

Hujan mungkinkah engkau itu air bah …

Hujan mungkinkah engkau penyejuk bumi …

Hujan mungkinkah engkau air mata para dewa …

Hujan mengalirlah engkau sesuka Tuhanmu.

Sebab aliranmu laksana REZEKI yang mengalir.

Mengalir ke tempat yang Tuhan kehendaki.

Hujan engkaulah rezeki tapi bisa juga musibah.

Hujan bisakah menahan mendung air mata …

Hujan semoga aliranmu menyejukkan Gubernurku Pak Jokowi.

Peter son of John, Jkt  Sabtu, 12 Oktober 2013

[Hari Ibu] Ibu Aku Sayang Padamu

Ibu Aku Sayang Padamu

Ibu kasihmu besar kepadaku.
Aku cinta padamu.
Aku sayang padamu.

Ibu terimakasih bantuanmu.
Ibu terimakasih untuk perhatianmu.
Ibu terimakasih untuk kasihmu.

Tuhan terimakasih untuk ibuku.
Tuhan terimakasih untuk berkat-Mu.
Tuhan terimakasih untuk senyum-Mu.

Ibu, aku tahu engkau sayang padaku.
Aku tahu engkau banting tulang untuk aku.
Ibu aku sayang padamu.

Ribuan kilo engkau tempuh demi aku anakmu.
Aku sangat iba melihatmu.
Aku menjadi sangat malu kalau menjadi sampah masyarakat.

Ibu aku ingin membantumu.
Ibu aku mau meringankanmu.
Ibu aku sudi mendoakanmu.

Tuhan  …..  itu mamaku.
Tuhan  …..  itu orang tuaku.
Tuhan  …..  itu anaknya kakekku.

Ibu aku … sudah ikut tulis fiksi.
Ibu doakan aku  … bisa nulis !
Ibu …  SELAMAT HARI IBU  …


Peter son of John, Jkt 21 Des’ 11

 

 

Untuk membaca karya peserta lain silahkan menuju ke akun: Cinta Fiksi

 

 

[Hari Ibu] SELAMAT HARI IBU

SELAMAT HARI IBU

Ibu, siapakah gerangan engkau ?
Ibuku orangnya suka membanting tulang.
Dia pekerja keras bukan pemalas.
Itulah ibuku.

Oh Tuhan terimakasih untuk ibuku yang baik hati.
Dia sudah mengandungkan aku di perutnya selama 9 bulan.
Aku numpang makan di perutnya selama 9 bulan.

Oh Tuhan aku minta Engkau untuk merawat mamaku.
Ibu puisi ini untukmu.
Bacalah agar engkau tahu bahwa aku cinta padamu.

Oh ibu aku sudah besar, aku malu kalau masih minta uang kepadamu.
Oh ibu doakanlah aku selalu supaya punya pekerjaan.
Ibu jangan engkau menangis, biarlah Tuhan membantu kita.
Oh ibu bisakah engkau membantu aku untuk membikin bisnis ?
Ibu terimakasih untuk semuanya.

Oh Tuhan berkatilah mamaku.
Oh Tuhan aku minta Engkau untuk selalu sayang pada ibuku.
Oh Tuhan aku cinta Engkau dan pula ibuku.
Oh Tuhan kuminta untuk selalu memberkati mamaku.
Oh Tuhan ….. SELAMAT HARI IBU !

 

Peter son of John, Jkt 21 Des’ 11

Untuk membaca karya peserta lain silahkan menuju ke akun: Cinta Fiksi