TALENTAKU

Cewek lagi!!!!! 
Dia adalah seorang gadis cantik bernama Jennifer Bricker.  Sejak kecil, beragam piala diraihnya karena  kelincahannya dalam bidang olahraga.  Ia seorang olahragawan basket, bola voli dan akrobat udara.  Ia sangat suka dengan olahraga senam.  Tahukah kamu, Teens, siapakah Jennifer Bricker ini?  Dia adalah seorang gadis yang sejak lahir dilahirkan tanpa kaki.  Tubuhnya hanya separuh, tetapi ia tidak KEHILANGAN SEMANGAT untuk meraih mimpinya.  Ia jauh dari rasa rendah diri.
Teens, setiap orang dianugerahi talenta.  Penganugerahan itu bukan karena kita cakap, bukan karena fisik kita baik, bukan pula karena kita berasa dari keluarga mampu.  Talenta dianugerahkan kepada setiap manusia karena Allah mengasihi dan menciptakan manusia untuk tujuan yang mulia.  Tujuan mulia itu adalah agar kita memuliakan Tuhan Allah dalam seluruh kehidupan kita.  Salah satunya adalah dengan talenta yang kita miliki.  So…  karena talenta itu adalah pemberian Tuhan Allah dalam hidup kita, apa yang harus kita lakukan?
Bersyurkur atas Orangtuamu…
Teens, Jennifer Bricker tidak serta merta tahu bahwa bakat olahraga ada pada dirinya.  Saat Jennifer masih kecil, ia amat menyukai tayangan olahraga di TV.  Ia BERMIMPI bisa menjadi salah satu olahragawan.  Mungkin orang bisa saja tertawa, “Hah…  yang benar aja, badan cuman setengah tanpa kaki, mau jadi olahragawan?”  Namun Jennifer mempunyai orangtua yang hebat.  Pasangan Bricker membesarkan Jennifer seperti mereka membesarkan ketiga  anak laki-lakinya yang mempunyai anggota tubuh yang utuh dan lengkap.  Tidak ada kata TIDAK BISA dalam kamus orangtua Jennifer.   Semangat inilah yang tertanam dalam diri Jennifer Bricker.
Orangtua Jennifer sangat berperan besar dalam menemukan talenta Jennifer.  Bisakah kamu membayangkan, jika orangtuanya tidak peduli, mungkin Jennifer tidak menjadi olahragawan yang hebat.  Orangtua memiliki peranan yang penting bagi penemuan talenta di dalam diri kita. 
Orangtua kita bagaikan seorang pahlawan yang sedang merentangkan busur dan siap mengarahkan anak panah tepat pada sasaran.  Siapa yang menjadi anak panah?  Kitalah anak panahnya.  Hal ini seperti yang dikatakan di dalam Mazmur 127.  Namun sehebat-hebatnya pahlawan itu merentangkan busur, tanpa anugerah dan pertolongan Tuhan, semuanya menjadi tidak bermakna.  Untuk itu bersyukurlah karena orangtua kita turut menggali dan menolong kita menemukan apa yang menjadi talenta kita.  Tetapi bagaimana dengan saya yang tidak mempunyai orangtua?  Orangtua saya tidak mengurusi saya, saya hidup bersama om, tante, oma dan opa.  Lalu bagaimana saya bisa menemukan talenta saya?  Ssstt… Teens, tahukan kamu siapa pasangan Bricker dalam hidup Jennifer Bricker?  Bapak dan Ibu Bricker bukan orangtua kandungnya, saudara juga bukan!  Waktu itu Jennifer hampir saja dibuang oleh orangtua kandungnya.  Mereka tidak mampu membesarkan Jennifer yang sudah terlahir tidak lengkap.  Akhirnya datanglah pasangan suami istri Sharon dan Gerald Bricker.  Mereka bersedia mengangkat Jennifer menjadi anak mereka.
Teens, ternyata yang dimaksud orangtua bukan hanya orangtua kandung lho…  tetapi siapa pun orang-orang yang ada di sekitarmu yang memerankan fungsi orangtua dalam hidupmu.   Bersyukulah atas kehadiran mereka, sebab merekalah para pahlawan yang saat ini sedang merentangkan busur dan menembak titik sasaran itu dengan anak panah.  Tanpa peran serta mereka, kita mungkin tidak menemukan apa yang menjadi talenta kita.  Dan ingatlah bahwa kehadiran mereka pasti atas kehendak dan rencana Tuhan.
Kembangkan…
Apa ruginya jika talenta yang kita punyai tidak kita kembangkan?  Misalnya, talenta kita bermain musik, tetapi kita malas untuk berlatih, enggan untuk menggunakannya, apa yang akan terjadi?  Tidak otomatis talenta itu akan hilang dari kita.  Tapi mungkin kemahiran kita menjadi sangat terbatas.   Jika kemahiran kita terbatas karena memang kita tidak mempunyai kemampuan di bidan musik sih tidak apa-apa.  Tetapi sayang sekali jika kita tidak mahir bermain musik Cuma karena kita malas berlatih.
Teens, dalam perumpamaan tentang Talenta di Injil Matius 25:14-30, hal Kerajaan Surga diumpamakan seperti seorang tuan yang memercayakan hartanya kepada hamba-hambanya.  Kepada para hambanya, si tuan memberikan jumlah yang berbeda.  Namun sebenarnya hal yang utama adalah tidak terletak pada jumlah yang berbeda.   Fokusnya terletak pada kemauan untuk melakukan sesuatu.  Bukannya malah menyimpan atau tidak dikembangkan sama sekali.  Demikian pula halnya dalam kehidupan kita, Teens.  Ajakan yang sama pun diberikan kepada kita untuk mengembangkan talenta yang Tuhan anugerahkan kepada kita.  Bagaimana caranya?  Kita dapat mengasah kemampuan kita setiap hari .  Misalnya, talenta kita adalah menulis.  Mulailah dengan menyediakan waktu.  Ingat ya Teens, BUKAN MENYISIHKAN tetapi MENYEDIAKAN WAKTU.  Menyediakan waktu untuk menulis SETIAP HARI.  Tidak usah lama-lama.  15 menit saja sebab setiap hari pasti sudah cukup.  Tidak mudah memang untuk memaksa diri kita menyediakan waktu.  Tetapi saat kita berusaha, yakinlah Tuhan MENYERTAI kita.  Cuma dengan mau berusaha menyediakan waktu, kita sedang mempertanggungjawabkan talenta pemberian Tuhan kepada kita. 
Bermimpilah…
Teens, ada hal yang menarik dari seorang Jennifer Bricker.  Ia sangat mengidolakan olahragawan senam Dominique Moceanu.  Saat ia kecil, ia selalu MEMIMPIKAN menjadi seorang pesenam seperti Dominique.  Ia bahkan juga bermimpi bisa berjumpa dengan Dominique.  Hingga suatu saat ia diberitahu bahwa sebenarnya dirinya bukan bermarga Bricker, namun bermarga Moceanu.  Artinya, Jennifer dan Dominique bersaudara.  Mereka bukan hanya satu marga, namun mereka bahkan mempunyai orangtua yang sama.  Jennifer dapat berjumpa dengan Dominique bukan Cuma sebagai seorang atlet namun sebagai saudara kandung.
Jennifer BERANI untuk bermimpi.  Dia bukan orang yang tidak tahu diri.  Ia justru orang yang sangat tahu diri.  Bermimpi membuatnya terus berusaha meraih apa yang dia cita-citakan.  Teens, apa mimpimu berkaitan dengan talenta yang Tuhan berikan kepadamu?  Jika talentamu menulis, pernahkah  kamu membayangkan ada seorang yang mendekatimu lalu mengatakan, “Terima kasih ya … bukumu membuat saya lebih bersemangat menjalani hidup ini.”  Jika kita mendengar bahwa hasil tulisan kita ternyata memberi manfaat bagi orang-orang di sekitar kita, pastinya kita senang dan bangga.  Nah, Teens, apa mimpimu?  Ayo bermimpilah…  Mimpi akan menolongmu terus berkreasi dengan talenta yang Tuhan berikan kepadamu.  Kreasi dan imajinasi kita dalam mengembangkan talenta kita akan menolong kita untuk terus mengasah talenta yang kita miliki.   Saat kita terus bermimpi dan berkereasi dengan talenta yang kita miliki, saat itulah kita sedang dipercaya untuk bertanggung jawab dalam  hal yang lebih besar lagi.  Kayak yang dikatakan tuan kepada hamba-hamba yang setia mengembangkan talenta dalam Matius 25:14-30.  Kamu tentu mau dong, disebut sebagai hamba yang baik dan setia?  So…  bermimpilah…  berkreasilah…  dan kembangkan dirimu. 
Menjadi Inspirasi… 
Atas usah ketekunan dan kesetiaan yang dimiliki Jennifer Bricker, ia menjadi seorang akrobat udara yang andal.  Ia seorang  akrobat udara yang tidak kalah hebatnya dengan atlet lainnya yang mempunyai tubuh yang lengkap dan utuh.  Kehadiran Jennifer Bricker di dunia olahraga memberi angin segar bahwa bukan Cuma mereka yang beranggota tubuh lengkap dan utuh yang bisa menjadi olahraga yang andal..Dia menginspirasi banyak orang.  Teens, bukankah ini pula yang Tuhan mau dalam kehidupan kita?  Kehadiran kita menjadi berkat untuk orang-orang yang ada di sekitar kita.  Di dalam Matius 5:13-16, kita mendengar bahkan kita sudah hafal di luar kepala bahwa kita didorong untuk menjadi Garam dan Terang dunia.  Bagaimana kita mampu melakukannya?  Wajib menjadi pendeta terlebih dulu?  Wajib menjadi aktivis di dalam komisi remaja kita?
Menjadi garam dan terang dunia, tidak harus menjadi pendeta, aktivis gereja atau yang lainnya.  Cukup dengan menjadi Diri Sendiri, menjadi seperti yang di mau Tuhan Allah, maka kita sedang menjadi garam dan terang dunia.  Jika talenta kita ada di dalam bidang penelitian, baik itu penelitian secara biologi maupun kimiawi, maka biarlah penelitian-penelitian kita menjadi berkat untuk sesama kita.  Banyak lho Teens, remaja Indonesia yang kini memberi Inspirasi dalam dunia teknologi karena talenta penelitian yang mereka punyai.   Ada remaja Indonesia yang sukses menciptakan Cream kulit pelindung Matahari untuk para nelayan.  Tahukah kamu, Cream itu berasal dari mana?  Cream itu berasal dari salah satu anggota tubuh cumi-cumi.  Ada juga remaja Indonesia yang sukses menciptakan manfaat lain dari kulit durian sebagai satu sumber energi.
Bukan hanya mereka yang mampu menjadi inspirasi untuk orang-orang di sekitarnya, kamu juga Bisa kok, Teens.  Yang penting kamu mau mengembangkan talenta yang Tuhan berikan kepadamu dan terus mengasahnya.  Percayalah, Tuhan akan menyertai kamu dan kamu akan menjadi berkat untuk orang-orang yang ada di sekitarmu.
By:  Kartika Patricya, S.Si (Teolog)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s