BERAPA LAMA JAM PER HARI ANDA BEKERJA ?

Sahabat Kristus, kali ini kita akan membaca kisah perjalanan hidup seseorang bernama Mary Slessor. Siapakah dia? Apa saja yang telah dilakukanya? Sejak kecil, ia sudah mempunyai semangat yang besar untuk memberitakan Injil. Dan Tuhan pun memakainya sehingga Injil dapat didengar oleh begitu banyak orang. Yuk, kita ikuti kisah tentang Mary Slessor.

Mary Slessor dilahirkan di Aberdeen, Skotlandia pada tahun 1848. Ayahnya adalah seorang tukang sepatu. Pada usia 7 tahun, Mary percaya dan mengenal Tuhan Yesus. Setiap hari, ia bersama ibunya tekun berdoa kepada Tuhan agar Ia sela melindungi dan memelihara keluarganya. Meskipun ia tidak pernah bersekolah, tapi ia sangat pandai membaca. Dan ia sangat suka membaca Alkitab. Ia bermimpi dan bertekad untuk melayani Tuhan dengan memberitakan Injil di daerah-daerah terpencil seperti di hutan Afrika.

Saat Mary berusia sekitar 11 tahun, keluarganya pindah ke kota Dundee, Skotlandia. Ayahnya, Robert tidak bisa lagi bekerja. Jadi Mary pun harus ikut bekerja. Akhirnya Mary bekerja di sebuah pabrik kapas agar ia bisa membantu mencukupi kebutuhan keluarga. Gajinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dan Mary kadan-kadang HARUS BEKERJA 10-12 JAM PER HARI.

Saat Mary berumur sekitar 20 tahun, pada tahun 1868, ia mengajak dan mengumpulkan anak-anak laki-laki dan perempuan untuk datang di Sekolah Minggu. Suatu hari ada sekelompok anak laki-laki yang tidak suka dengan apa yang dilakukan Mary itu. Mereka berusaha menghalang-halangi anak-anak itu ke Sekolah Minggu. Bahkan PEMIMPIN kelompok itu juga MENGANCAM Mary dengan senjata api. Pernah orang itu hendak menembak kepala Mary, tapi Mary hanya diam. Ia sama sekali tidak takut. semua anak-anak yang melihatya sangat ketakutan. Tapi entah mengapa tiba-tiba pemimpin kelompok itu mundur dan membiarkan Mary pergi. Keesokan harinya Mary bahkan berani mengundang pemimpin dan teman-temannya itu untuk belajar Alkitab bersama. Puji Tuhan! Setahun kemudian PEMIMPIN kelompok itu BERTOBAT dan PERCAYA kepada Tuhan Yesus.

Hingga di tahun 1875, Mary mendapat kesempatan pergi ke hutan-hutan Afrika. Ia tinggal bersama suku Okoyong. Mary sangat ingin menceritakan Injil ke orang-orang yang tinggal di desa paling terpencil daerah Calabar yang sekarang disebut Nigeria. Orang-orang di negara itu sudah terbiasa dengan ilmu sihir, perbudakan dan pembunuhan. Mary menghadapi banyak tantangan ketika hidup di desa itu. Dia sering melihat perang antar suku dan Mary pun berusaha MENDAMAIKAN suku-suku itu. Apa yang dilakukan Mary tidak percuma. Pada tahun 1902, ia MEMBAPTIS orang-orang Okoyong dan mengangkat 7 orang anak. Beberapa waktu kemudian, karena sakit demam yang tidak kunjung sembuh, akhirnya Mary Slessor wafat di tanggal 13 Januari 1915 di Nigeria. Umurnya waktu itu adalah 55 tahun.

by: Sys

Sumber: Renungan Harian Anak Volume 14

1430748750480495141

missmcintyreinkenya.wordpress.com

Lalu Ia berkata kepada mereka:

“Pergilah ke seluruh dunia,

beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

Markus 16:15

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s