Salah Satu Bukti bahwa Crowd Dunia Maya Memang Dahsyat

Salah Satu Bukti bahwa Crowd Dunia Maya Memang Dahsyat

Ditulis oleh ‘Arief di/pada 3 Maret 2010

ariefmas.wordpress.com

Di era kemajuan teknologi informasi, kebutuhan akan rasa “ingin tahu” masyarakat juga tak bisa dibendung lagi. untuk itu peranan media sangatlah penting melayani perkembangan dunia. tak terkecuali di Indonesia. Semakin banyak yang membaca berita tidak lagi dengan media cetak. Namun tentu saja ada salah satu bidang yang merasakan dampak ini, yaitu penjual kacang yang membungkus dengn kertas koran bisa ganti haluan, juga salah satu aset pengusaha rongsokan semakin sulit menemukan jenis kertas koran.

Hal tersebut mengindikasikan bahwa crowd dunia maya juga berkembang dengan pesat. Banyak media yang sudah melirik dan merespon perkembangan keadaan tersebut. Walaupun tidak secara signifikan, namun lambat laun bisa diperkirakan media online akan mendominasi pemenuhan kebutuhan informasi.

Pemberitaan ini merupakan salah satu bukti bahwa crowd dunia maya memang semangkin dahsyat. Bisa jadi akan seperti ini juga kondisi media di Indonesia… Nantinya. (Setelah sekarang banyak kita buka berita dengan awalan m. semacam m.detik atau m.kompas, bisa-bissa nanti akan ada juga m.tempointeraktif:P hehehe… bcanda lho, jangan marah ya…)

Demikian pemberitaannya:

Baca Berita secara Online Makin Populer Dibanding Koran

Berita yang disajikan secara online di internet, semakin populer dibandingkan membaca koran di Amerika Serikat, berdasarkan sebuah survei.

Hal itu tercatat sebagai hal populer ketiga dari bentuk berita, setelah siaran televisi lokal dan nasional. Demikian diungkapkan para peneliti dari Pew Research Center.

“Kesadaran untuk mengamati berita menjadi kapan saja, dimana saja dengan alat apa saja bagi orang yang ingin senantiasa menerima informasi,” ujarnya.

Koran-koran di Amerika Serikat dan Inggris semakin banyak yang mengalami kesulitan keuangan, sehingga banyak yang kemudian mempelajari kemungkinan untuk memiliki atau berpindah secara online.

Survei menunjukkan, penyedia layanan berita seperti Google News dan AOL merupakan situs yang paling banyak dibuka, termasuk CNN dan BBC.

Perubahan Kebiasaan

Sekitar 61 persen dari dari para partisipan mengatakan, mereka memperoleh berita secara online, dibandingkan dengan 78 persen dari siaran televisi lokal dan 71 persen dari siaran televisi nasional.

Sementara itu, 54 persen mengatakan mereka mendengar program berita dari radio di rumah atau di mobil.

Lebih dari 90 partisipan menggunakan lebih dari satu cara untuk memperoleh berita dan 57 persen mengaku membuka 2-5 situs berita dan menggabungkan informasi itu menjadi satu, ditemukan survei itu.

Edisi terakhir dari versi cetak Seattle Post-Intelligencer dijual terakhir pada bulan maret.

“Para warga Amerika telah menjadi pelahap berita secara online dan offline, namun dengan batasan,” ujar Pemimpin dari Pew Research Center Project, Amy Mitchel.

“Mereka umumnya tidak memiliki satu situs favorit namun juga bukan berarti mereka mencari tanpa tujuan. Biasanya para pembaca situs berita online secara reguler akan menuju beberapa situs yang berbeda,” ujar Amy.

Survei itu juga mengatakan, pembaca koran regular, baik lokal ataupun nasional seperti New York Times, merosot hingga 50 persen.

Peralihan Media

Raja Media sekaligus Pemimpin dari News Corp, Rupert Murdoch mengatakan akan menutup London Paper dan mengumukan grup tersebut akan berubah menjadi situs online.

Grup itu juga memiliki the Sun, the Wall Street Journal dan New York Post serta Fox dan Sky.

Koran-koran di dua belahan benua Atlantik kini mengalami masa sulit, seiring dengan semakin menurunnya belanja iklan dan semakin banyaknya para pembaca yang beralih ke internet.

The Seattle Post-Intelligencer merupakan salah satu yang ditutup tahun lalu, sementara itu Chicago Tribune dan San Francisco Chronicle telah melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran.

Pada tahun 2009, Daily Mail dan General Trus melakukan PHK hingga 1.000 orang untuk koran regional Northcliffe Media yang mempublikasikan sekitar 100 koran di England dan Wales.

Murdoch menuduh, perusahaan seperti Google telah mengambil keuntungan jurnalisme dengan pemasukan iklan dengan memberikan tautan pada pembaca terhadap artikel.

The New York Times akan mulai memberlakukan pembayaran untuk akses di situsnya mulai tahun 2011. (Republika)

http://ariefmas.wordpress.com/2010/03/03/salah-satu-bukti-bahwa-crowd-dunia-maya-memang-dahsyat/

internet bisnis, bukti, crowd, dunia, maya, dahsyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s